Blogger Widgets Blog Edukasi: Ini Dia Lima Budaya Indonesia-Yaman yang Saling Berseberangan

Ubah Background? Klick ini !

Silahkan Pilih Warna Latar Blog ini Sesuai Dengan kenyamanan Yang Anda Suka

Senin, 10 Agustus 2015

Ini Dia Lima Budaya Indonesia-Yaman yang Saling Berseberangan

Setiap daerah manapun di dunia ini pasti memiliki ciri khas tersendiri yang tak dimiliki oleh daerah lain. Salah satunya adalah budaya. Budaya merupakan suatu hal yang telah mendarah daging dan sukar untuk dirubah yang dimiliki oleh daerah tertentu. Indonesia dan Yaman misalnya. Indonesia mempunyai budaya yang kadang berseberangan dengan Yaman. Begitu pula sebaliknya.


Nah, sebagai makhluk sosial, kita musti harus bisa menyikapi perbedaan ini dengan bijak. Harus bisa saling menghormati antar budaya, tatakrama maupun adat istiadat yang dimiliki oleh daerah lain. Sebuah pepatah nasehat mengatakan “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Artinya, kita wajib menghormati dan menyesuaikan diri dengan adat serta budaya daerah yang sedang kita tempati. Orang Indonesia misalnya. Kalau dia tinggal di Yaman, ya dia harus menghormati budaya sana. Begitu juga sebaliknya.

Oke, dalam ulasan kali ini saya akan sharing sedikitnya lima hal saja yang terjadi perbedaan nilai dan kesan oleh orang Indonesia dengan orang Yaman. Mulai dari segi baik atau buruknya, segi sopan atau tidaknya, sampai kesan aneh atau lumrahnya. Ini dia. Yalla.
  1. Bergandengan Tangan
Di Indonesia, pernahkan Anda melihat dua orang pria berjalan berduaan sambil gandengan tangan? pasti terasa aneh bukan? Malahan kadang kita su’udhon sama mereka berdua, di dalam hati kita bilang “wah orang itu mesrah banget rek, pasti dia gay!”. Haha, Oke mungkin ada benarnya kalau itu di Indonesia, tapi bukan di Yaman lho. Di Yaman, dua orang lelaki bergandengan tangan adalah hal yang lumrah,bukan aneh gan. Bahkan hal itu dinilai sebagai wujud dari arti sebuah persahabatan. Unik kan?
  1. Merangkul Pundak
Sudah menjadi hal yang lumrah, seorang sahabat karib berjalan sambil merangkul pundak kawannya dari samping. Berfoto bareng berdua dengan gaya tangan saling ke samping merangkul pundak. Namun sepertinya hal semacam ini lebih baik tidak Anda lakukan di negeri Balqis, Yaman. Sebab di mata orang Yaman, hal semacam ini dinilai agak tabu. Lebih condongnya ke perbuatan pria gay. Nah, seperti halnya orang Indonesia merasa aneh ketika melihat sesama pria bergandengan tangan, orang Yaman pun juga merasa aneh ketika melihat dua orang saling merangkul pundak. Impas kan? hehe
  1. Memegang Kepala
Kepala merupakan bagian tubuh manusia yang paling mulia. Bagian tubuh yang terhormat ini mempunyai lima panca indera sekaligus. Penglihat, pendengar, pencium, perasa dan peraba. Jadi maklum saja, kita tentu sangat menjaganya. Jaga keamanan maupun kehormatan. Tak rela jika ada tangan orang lain mendarat di kepala kita, tabokan atau hanya sekedar memegang. Itu kalau tangan yang mendarat, bagaimana dengan kaki? Woow..

Namun, saya rasa hal itu hanya berlaku keras di nusantara Indonesia, bukan di Yaman. Di Yaman, budaya semacam itu tidak sepenuhnya berlaku. Memegang kepala adalah hal yang lumrah, malahan justru identik dengan belas kasih. Atau tabokan kepala, dianggap hanya sekedar guyonan belaka. So, jika Anda berada di Yaman, puas-puaskan menabok kepala teman, haha anggap saja guyonan. Mumpung di Yaman lho, di Indonesia nggak bakalan bisa melakukan hal konyol semacam itu. Hehe just kidding gan
  1. Menepuk Paha
Bagaimana perasaan Anda jika paha anda disentuh atau ditepuk kawan karib Anda? Buat kita tentu biasa saja bukan? Tapi tidak untuk orang Yaman. Menepuk bagian antara pusar sampai lutut bagi masyarakat Yaman merupakan hal yang cukup tabu. Kurang sopan dan tak bertatakrama. Lebih-lebih jika yang Anda tepuk adalah pantat mereka, wah bisa goncang dunia ini hehe. Ke-keramat-an area tersebut bagi mereka sudah hampir menyamai ke-keramat-an bagian kepala bagi kita. Menepuk pantat bagi mereka adalah sebuah pelecehan, seperti halnya menepuk kepala bagi kita merupakan pelecehan.
  1. Merokok
Taufik Ismail dalam puisinya yang berjudul 'tuhan sembilan senti' berkata, “Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok”. Iya benar. Kita lihat saja, saat pesawat anda baru landing masuk bandara Indonesia, maka anda akan langsung disambut dengan berbagai iklan rokok yang amat menarik. Terkesan sangat gagah. Tak heran, mayoritas pemuda Indonesia pun menjadi bagian dari korban iklan mereka.
Serasa lebih gagah, gentle dan terlihat lebih jantan saat menghirup rokok. Bergaya saat berfoto pun terasa lebih cool saat ditemani dengan sebatang rokok. Aneh sekali.

Berbeda dengan keadaan di Yaman, juga di negara-negara lain. Masyarakat Yaman –walaupun tidak mengharamkan rokok- menilai, perbuatan merokok adalah hal yang sangat tabu. Cukup merendahkan martabat seorang pemuda. Pelajar maupun mahasiswa yang merokok akan terlihat sangat hina, dipandang sebelah mata. So, mereka sangat terheran, jika mereka orang-orang Yaman yang perokok menutup-nutupi dan bersembunyi saat merokok, namun di saat yang sama, justru orang Indonesia malah bangga mempublikasikan ke-perokok-an mereka di akun media sosial mereka. Cukup aneh bin ajaib kan gan degan? Hehe

Itulah sedikitnya lima contoh budaya Indonesia dan Yaman yang saling berseberangan. Kelima-limanya ini memang saya ambil dari pengalaman pribadi saya. So, jika ada yang salah dengan sharing di atas, itu murni karena kesalahan saya dalam memahami budaya di negeri orang. 

Sekian, semoga bermanfaat.

Azro Rizmy
Surabaya, Juli 2015
Comments
0 Comments