Setiap daerah manapun di dunia ini
pasti memiliki ciri khas tersendiri yang tak dimiliki oleh daerah
lain. Salah satunya adalah budaya. Budaya merupakan suatu hal yang
telah mendarah daging dan sukar untuk dirubah yang dimiliki oleh
daerah tertentu. Indonesia dan Yaman misalnya. Indonesia mempunyai
budaya yang kadang berseberangan dengan Yaman. Begitu pula
sebaliknya.
Nah, sebagai makhluk sosial, kita musti
harus bisa menyikapi perbedaan ini dengan bijak. Harus bisa saling
menghormati antar budaya, tatakrama maupun adat istiadat yang
dimiliki oleh daerah lain. Sebuah pepatah nasehat mengatakan “di
mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Artinya, kita wajib
menghormati dan menyesuaikan diri dengan adat serta budaya daerah
yang sedang kita tempati. Orang Indonesia misalnya. Kalau dia tinggal
di Yaman, ya dia harus menghormati budaya sana. Begitu juga
sebaliknya.
Oke, dalam ulasan kali ini saya akan
sharing sedikitnya lima hal saja yang terjadi perbedaan nilai
dan kesan oleh orang Indonesia dengan orang Yaman. Mulai dari segi
baik atau buruknya, segi sopan atau tidaknya, sampai kesan aneh atau
lumrahnya. Ini dia. Yalla.
- Bergandengan Tangan
Di Indonesia, pernahkan Anda melihat
dua orang pria berjalan berduaan sambil gandengan tangan? pasti
terasa aneh bukan? Malahan kadang kita su’udhon sama mereka
berdua, di dalam hati kita bilang “wah orang itu mesrah banget rek,
pasti dia gay!”. Haha, Oke mungkin ada benarnya kalau itu di
Indonesia, tapi bukan di Yaman lho. Di Yaman, dua orang lelaki
bergandengan tangan adalah hal yang lumrah,bukan aneh gan. Bahkan hal
itu dinilai sebagai wujud dari arti sebuah persahabatan. Unik kan?
- Merangkul Pundak
Sudah menjadi hal yang lumrah, seorang
sahabat karib berjalan sambil merangkul pundak kawannya dari samping.
Berfoto bareng berdua dengan gaya tangan saling ke samping merangkul
pundak. Namun sepertinya hal semacam ini lebih baik tidak Anda
lakukan di negeri Balqis, Yaman. Sebab di mata orang Yaman, hal
semacam ini dinilai agak tabu. Lebih condongnya ke perbuatan pria
gay. Nah, seperti halnya orang Indonesia merasa aneh ketika melihat
sesama pria bergandengan tangan, orang Yaman pun juga merasa aneh
ketika melihat dua orang saling merangkul pundak. Impas kan? hehe
- Memegang Kepala
Kepala merupakan
bagian tubuh manusia yang paling mulia. Bagian tubuh yang terhormat
ini mempunyai lima panca indera sekaligus. Penglihat, pendengar,
pencium, perasa dan peraba. Jadi maklum saja, kita tentu sangat
menjaganya. Jaga keamanan maupun kehormatan. Tak rela jika ada tangan
orang lain mendarat di kepala kita, tabokan atau hanya sekedar
memegang. Itu kalau tangan yang mendarat, bagaimana dengan kaki?
Woow..
Namun, saya rasa
hal itu hanya berlaku keras di nusantara Indonesia, bukan di Yaman.
Di Yaman, budaya semacam itu tidak sepenuhnya berlaku. Memegang
kepala adalah hal yang lumrah, malahan justru identik dengan belas
kasih. Atau tabokan kepala, dianggap hanya sekedar guyonan belaka.
So, jika Anda berada di Yaman, puas-puaskan menabok kepala teman,
haha anggap saja guyonan. Mumpung di Yaman lho, di Indonesia nggak
bakalan bisa melakukan hal konyol semacam itu. Hehe just kidding gan
- Menepuk Paha
Bagaimana perasaan
Anda jika paha anda disentuh atau ditepuk kawan karib Anda? Buat kita
tentu biasa saja bukan? Tapi tidak untuk orang Yaman. Menepuk bagian
antara pusar sampai lutut bagi masyarakat Yaman merupakan hal yang
cukup tabu. Kurang sopan dan tak bertatakrama. Lebih-lebih jika yang
Anda tepuk adalah pantat mereka, wah bisa goncang dunia ini hehe.
Ke-keramat-an area tersebut bagi mereka sudah hampir menyamai
ke-keramat-an bagian kepala bagi kita. Menepuk pantat bagi mereka
adalah sebuah pelecehan, seperti halnya menepuk kepala bagi kita
merupakan pelecehan.
- Merokok
Taufik Ismail
dalam puisinya yang berjudul 'tuhan sembilan senti' berkata,
“Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im sangat ramah
bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak
merokok”. Iya benar. Kita lihat saja, saat pesawat anda baru
landing masuk bandara Indonesia, maka anda akan langsung disambut
dengan berbagai iklan rokok yang amat menarik. Terkesan sangat gagah.
Tak heran, mayoritas pemuda Indonesia pun menjadi bagian dari korban
iklan mereka.
Serasa lebih
gagah, gentle dan terlihat lebih jantan saat menghirup rokok. Bergaya
saat berfoto pun terasa lebih cool saat ditemani dengan sebatang
rokok. Aneh sekali.
Berbeda dengan
keadaan di Yaman, juga di negara-negara lain. Masyarakat Yaman
–walaupun tidak mengharamkan rokok- menilai, perbuatan merokok
adalah hal yang sangat tabu. Cukup merendahkan martabat seorang
pemuda. Pelajar maupun mahasiswa yang merokok akan terlihat sangat
hina, dipandang sebelah mata. So, mereka sangat terheran, jika mereka
orang-orang Yaman yang perokok menutup-nutupi dan bersembunyi saat
merokok, namun di saat yang sama, justru orang Indonesia malah bangga
mempublikasikan ke-perokok-an mereka di akun media sosial mereka.
Cukup aneh bin ajaib kan gan degan? Hehe
Itulah sedikitnya
lima contoh budaya Indonesia dan Yaman yang saling berseberangan.
Kelima-limanya ini memang saya ambil dari pengalaman pribadi saya.
So, jika ada yang salah dengan sharing di atas, itu murni
karena kesalahan saya dalam memahami budaya di negeri orang.
Sekian, semoga
bermanfaat.
Azro Rizmy
Surabaya, Juli 2015
