Baru-baru ini, Indonesia telah
digemparkan dengan berita pelacur kelas atas. Pelacur dengan inisial
TB ini tak tanggung-tanggung memasang tarif service-nya.
Sekali kencan, TB berani memasang tarif bisnis esek-esek
tersebut dengan banderol Rp.200 juta!
Namun, ternyata kejadian seperti ini
juga pernah terjadi di masa lampau. Tepatnya pada zaman Bani Israil.
Dikisahkan, ada wanita pelacur cantik kelas elite yang memasang tarif
100 dinar emas untuk sekali kencan. Sedang per-dinarnya saat itu adalah
senilai 4 gram emas murni. Maka jika dikalkulasi, tarif jasa
esek-esek wanita ini mencapai sekitar Rp. 200 juta sekali
service. Iya, Rp. 200 juta setara dengan pelacur yang
berinisial TB.
Mendengar kabar sedemikian hebohnya,
salah satu tokoh agama pada zaman itu pun mulai penasaran. Ia
benar-benar merasa telah tertantang dengan wanita yang konon
kecantikannya menandingi sepertiga kecantikan yang dimiliki oleh
seluruh wanita di dunia ini.
Walhasil, Ia mulai bekerja keras demi
mendapatkan uang yang tentunya tidak sedikit itu. Lambat laun, sampai
akhirnya tokoh agama ini berhasil mengumpulkan uang senilai tarif
pelacur tersebut, 100 dinar emas, berkat kerja kerasnya.
Kemudian si pria tokoh agama tersebut
mendatangi si pelacur dan berkata, "kau telah membuatku
terkagum, aku berusaha keras banting tulang sampai aku berhasil
mengumpulkan uang 100 dinar demi memenuhi tarifmu".
"Baik, silahkan masuk...",
ujar wanita cantik itu dengan posisi duduk santai di atas ranjang mewah yang
terbuat dari emas. "Ayo silahkan..", lanjut dia sambil
menebar senyum manis berorama rayuan.
Tanpa basa-basi, si pria ahli ibadah
itu pun langsung menyambar wanita cantik tersebut sampai berposisi
layaknya suami di atas tubuh istri. Namun secara spontan, tiba-tiba
ia teringat posisinya di hadapan Allah, yang selalu mengawasi semua
perbuatan hamba-hambaNya. Hal itu membuat ia seperti ditebas petir
guntur yang spontan menyambar lubuk hatinya.
"Lepaskan aku, biarkan aku keluar!
Ambil saja 100 dinar itu untukmu", ucap si pria dengan tubuh
gemetar dicampur lagak kelabagan.
Wanita itu pun terheran, "apa yang
terjadi padamu, tadi kau katakan kau terkagum denganku, sampai kau
rela kerja keras demi mendapatkan uang sebanyak itu. Setelah kau
dapatkan semua dan kau mampu menyewaku, malah justru saat ini kau
lakukan hal yang semacam ini. Apa yang terjadi padamu?"
"Aku telah diingatkan oleh Allah,
aku sadar posisiku di hadapanNya. Dia sedang murka padaku. Dan kau
sekarang menjadi orang yang paling kubenci".
Wanita itu pun tertegun sejenak.
Kemudian ia berkata “Jika benar apa yang kau katakan itu, maka
hanya kau yang harus menjadi suamiku!”
"Biarkan aku keluar!", gertak
pria itu dengan nada yang mulai memaksa.
" Tidak,, sampai kau bersedia
menikahiku", sahut si wanita tak mau kalah.
“iya, akan ku lakukan”, jawab si
pria dengan cepat. Kemudian dengan bertutupan dua helai bajunya,
akhirnya ia keluar dan pulang ke kampung halamannya.
Wanita itu mulai resah, kecewa dengan
apa yang ia alami selama ini. Dia pun nekat pergi menyusul pria itu
sampai ke kampung halamannya. Ia menanyakan nama dan rumahnya. Sampai
akhirnya ia ditunjukkan letak rumah pria itu. Ternyata dia adalah
pria yang dikenal dengan wibawa dan pribadi yang mulia.
Kemudian wanita itu pun berhasil
berjumpa dengan pria yang selama ini ia cari-cari. Tapi apa yang
terjadi. Saat si pria melihat wajah si wanita, ia sontak terkejut dan
kaget bukan main. Sampai akhirnya ia mendadak mati dan terjatuh di
tangan si wanita.
"Astaga.. sekarang aku benar-benar
terlambat", kata wanita itu dengan tertunduk amat kecewa.
"Apa dia punya saudara?",
lanjut dia.
"Iya, dia punya adik yang hidup
miskin", jawab orang-orang di sekitarnya.
"Aku akan menikah dengannya
sebagai bukti cintaku pada kakaknya", tegas si wanita itu dengan
hati yang mantap.
Kemudian dia pun akhirnya menikah
dengan adik dari pria yang ia dambakan. Walhasil, dengan keberkahan
kakak dari suami wanita ini, Allah memberi mereka berdua karunia
berupa tujuh anak berpangkat nabi. Subhanallah.
Sumber : kisah ini diterjemahkan
oleh Azro Rizmy secara bebas dengan bahasa komunikatif dari kitab
Irsyadul Ibad bab Zina, karangan Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz
Al-Malibary.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari
kisah di atas adalah :
Pertama. Pangkat kenabian adalah
pangkat tertinggi di sisi Allah. Pangkat tertinggi di atas pangkat
para wali, syahid dan ulama. Adapun jumlah keseluruhan para nabi
sejak zaman Nabi Adam As sampai Nabi Muhammad Saw dalam sebuah
riwayat adalah 124.000 nabi.
Kedua. Si Pria ahli ibadah
tersebut adalah waliyullah (kekasih Allah). Atas kehendak-Nya, ia
dijaga (mahfudz) dari perbuatan dosa besar.
Ketiga. Keberkahan waliyullah
itu menyebar ke saudara dan keluarganya. Dalam kisah di atas,
keberkahan si pria tersebut menyebar ke adiknya, si wanita, keluarga
dan anak-anak mereka. Dan keberkahan inilah yang menjadi alasan
mengapa wanita itu memilih untuk menikahi adik dari pria ahli ibadah
tersebut.
Keempat. Kita harus membenci
perbuatan maksiat, tapi bukan membenci pelakunya atau bahkan
meremehkannya. Sebab Allah akan memberikan hidayah-Nya kepada hamba
yang Dia kehendaki. Dan menyesatkan hamba yang Dia kehendaki pula.
Kelima. Pelaku dosa besar yang
menyesali perbuatannya dan bertaubat kepada Allah dengan
sebenar-benar taubat nasuha, maka Allah akan mengampuni semua
dosa-dosanya. Bahkan jika Allah menghendaki, Allah akan menjadikan
hamba itu sebagai kekasih-Nya. Seperti kisah hidup si wanita dalam
cerita di atas.
Keenam. “Sepasang macan akan
melahirkan macan pula”. Seorang adik yang mendapatkan keberkahan
dari sang kakak, kemungkinan besar ia juga menjadi seorang wali
berkat keberkahan kakaknya. Ia menikah dengan wanita yang telah
bertaubat nasuha yang kemungkinan besar juga seorang wali. Maka tak
heran, jika sepasang suami dan istri yang sama-sama kekasih Allah
akan melahirkan tujuh anak yang juga kekasih Allah, bahkan berpangkat
nabi. Sebab, sepasang macan akan melahirkan macan pula.
Ketujuh. Jangan sekali-kali kita
meremehkan perbuatan maksiat, sekecil apapun itu. Karena kematian
seseorang datang tanpa bisa ditebak kapan pastinya. Dan sangat
ditakutkan, kematian datang saat ia sedang bermaksiat yang menjadikan
akhir hayatnya su’ul khotimah. Naudzubillahi min dzalik. Semoga
kita semua mati dalam keadaan husnul khotimah, mati membawa iman.
Aamien ya Rabbal alamin.
Kedelapan. Lihatlah bagaimana
pria ahli ibadah tersebut secara spontan mengurungkan dan
meninggalkan perbuatan zina. Ketahuilah, Itu merupakan salah satu
buah dari keyakinannya dalam ber-muraqabah. Yakni, keadaan
dimana kita merasa selalu diawasi oleh Allah Swt. Allah Swt selalu
mengawasi kita. Mengawasi gerak kaki, tangan, mata, telinga, lisan
bahkan gumam hati. So, jika kita sudah benar-benar bisa merasakan
nikmatnya ber-muraqabah, jangankan berbuat dosa, melakukan hal
mubah yang tak diniati ibadah pun kita akan merasa malu, malu kepada
Allah yang selalu mengawasi semua gerak-gerik kita.
Sekian, semoga bermanfaat.
Azro Rizmy
Surabaya, 22 Agustus 2015
