Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa 'kalimat' adakalanya isim, fi'il (kata kerja) dan huruf. Isim mempunyai tanda atau ciri-ciri tersendiri, begitu juga fi'il. Sedangkan kalimah huruf tidak mempunyai tanda. Yah, ketiadaan tanda itulah keistimewaan huruf.
Oke, sebenarnya kita harus teliti bahwa ketiadaan tanda bagi huruf
justru sebagai pertanda bagi huruf itu sendiri. Ibarat huruf cha' yang
bersaudara dengan jim dan kho'. Tanda jim dan kho adalah titik yang ada di
tengah maupun atas. Namun, untuk huruf cha ketiadaan titik itulah sebagai
pertanda atau pembeda dari jim dan kho.
Maka dari keterangan di atas, dapat kita simpulkan bahwa "bukan berarti kalimah huruf tidak mempunyai tanda. Tapi, ketiadaan tanda itulah sebagai pertanda kalimah huruf". Begitu juga dengan cha, ketiadaan titik sebagai pertanda atau ciri-ciri baginya.
الحرف
ما ليست له علامةْ :: تركُ العلامةِ له علامةْ
Huruf adalah kalimah yang tak punya tanda :: ketiadaan tanda baginya adalah sebuah tanda
Selain itu, kalimah huruf juga mempunyai filosofi. Seperti yang kita ketahui
bahwa kalimah huruf tak bisa berdiri sendiri, pasti membutuhkan kalimah lain,
entah itu berupa isim ataupun fiil. Begitu juga dengan manusia. Manusia tak bisa
hidup sendiri. Pasti membutuhkan manusia lain untuk berinteraksi. Sebab itu
manusia dijuluki sebagai makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan makhluk lain.
Sama halnya dengan kalimah huruf. Pantas sekali jika kalimah huruf dinobatkan
sebagai kalimah sosial. Yah, kalimah yang membutuhkan kalimah lain.
So, Jadilah seperti kalimah huruf yang selalu menemani kalimah lain. Entah ia
dianggap maupun tidak dianggap (huruf zaidah)
Al-Mukalla, 26 Oktober 2013
Al-Mukalla, 26 Oktober 2013
